
Simplicity yet powerful , kesan ini lah yang di dapatkan setelah menonton drama musical ini yang bertempat di Teater Jakarta pada tanggal 3 februari 2013.
Bercerita mengenai Sang Kuriang yang ingin tahu siapakah sebenarnya bapaknya yang selama ini tidak jelas dan di sisi lain ia sedang jatuh cinta pada ibunya sendiri. Konflik dan implikasi dari cerita ini sangatlah di visualisasi secara total oleh pemeran utama Gabriel Harvianto sebagai Sang Kuriang dan Sita Nursanti sebagai Dayang Sumbi ‘ibu Sang Kuriang’
Yang membuat drama musical ini menarik adalah bagaimana set dekor secara artistik di buat sederhana tetapi mempunyai tata lampu yang membuat hidup babak demi babak dan juga visual video projection yang mampu membuat hidup drama musikal ini.
Durasi dari drama musical ini berjalan selama satu setengah jam dan waktu serasa mengalir mengikuti alur cerita yang penuh dengan emosi dan juga expresi dan totalitas dari seluruh pemain.

Dalam membuat satu produksi drama musikal memang harus jeli dalam merancang satu cerita dan juga set secara properti pemanggungan, namun dalam produksinya ini sepertinya penonton dapat melihat bahwa kekuatan dan juga inti cerita dapat di bawakan secara utuh oleh para pemain dan kekuatan musik, sehingga pergantian set yang biasanya di lakukan berkali kali tidaklah menjadi keharusan , bahkan perpindahan set di produksi bisa di hitung dengan jari tanpa menghilangkan kekuatan dari cerita ini.
Acara ini turut di dukung oleh Djarum Apresiasi Budaya
Drama Musikal Sang Kuriang di sutradarai oleh Wawan Sofwan, Naskah oleh Utuy Tatang Sontani dan Musik oleh Dian HP
AcaraEvent.com Online Event Information & Promotion