Breaking News
Home » Travel » Pulau Kemaro Berkisah Cinta Berakhir Duka

Pulau Kemaro Berkisah Cinta Berakhir Duka

Pulau Kemaro Berkisah Cinta Berakhir Duka (Courtesy of Google)
Pulau Kemaro Berkisah Cinta Berakhir Duka (Courtesy of Google)

Pulau Kemaro sebagai salah satu destinasi sejarah yang berada di Kota Palembang. Hanya dihuni sekitar seratus orang dengan luas wilayah 30 hektar pulau ini adalah delta dari sungai Musi di Palembang. Pulau ini menjadi tempat wisata sejarah karena memiliki berbagai situs yang lengkap dengan legenda Pulau Kemaro yang menyertai. Situs-situs yang terdapat di Pulau Kemaro di antaranya pagoda, makam penunggu pulau, kelenteng, pohon cinta, dan ada terdapat juga tempat pembakaran uang kertas.

Legenda terbuangnya harta Tan Bun An di perairan Sungai Musi sering disangkut-pautkan dengan keberadaan Pulau ini. Bahkan peristiwa tersebut dikenang masyarakat sekitar Palembang dengan kerap datang ke pulau yang dianggap keramat itu. Dari Kota Palembang, Pulau Kemaro berjarak sekitar 10 km dari pusat kota. Untuk pergi ke Pulau Kemaro, biasanya pengunjung menggunakan ketek atau perahu boots sewaan di dermaga yang ada di sekitar Jembatan Ampera.

Bangunan Pagoda menjadi ikon Pulau Kemaro di antara banyaknya situs yang terdapat di pulai ini. Di sisi-sisi lantai dasar bangunan pagoda tergambar cerita legenda Pulau Kemaro. Pagoda tersebut memiliki sembilan lantai dan para pengunjung berkesempatan menyaksikan seputar Pulau yang sekitarnya dikelilingi Sungai Musi. Tetapi, tidak semua pengunjung boleh memasuki bangunan Pagoda tersebut.

(Courtesy of Google)
(Courtesy of Google)

Pada bangunan kelenteng tidak semua orang diizinkan untuk memasuki area tersebut karena kelenteng itu masih dipergunakan bagi mereka yang ingin beribadah saja. Bersebelahan dengan bangunan kelenteng, terdapat sebuah tempat yang konon diyakini sebagai makam penunggu Pulau Kemaro. Beberapa versi cerita tentang makam itu masih menjadi misteri hingga sekarang. Beberapa sumber yang lain mengatakan makam tersebut merupakan makam Tan Bun An, Siti Fatimah dan pengawalnya.

Letak Pulau Kemaro yang tidak terlalu jauh dari Kota Palembang , membuat pulau ini ramai dikunjungi oleh para pelajar di Palembang karena dapat menjadi liburan yang asyik dan murah-meriah. Selain berjalan-jalan di alam terbuka, di pulau in para pelajar juga dapa menggali informasi mengenai legenda Pulau Kemaro dan bisa langsung menapak tilas perjalanan Tan Bun An dengan mengitari Sungai Musi menggunakan ketek.

(Courtesy of Google)
(Courtesy of Google)

Tan Bun An dikisahkan sebagai saudagar Tiongkok yang menjalin asmara dengan seorang perempuan asli Palembang bernama Siti Fatimah. Lalu, Tan Bun An pun mengajak Siti Fatimah mendatangi kedua orang Tuanya guna mendapatkan restu pernikahan. Dari kunjungan itu Tan Bun An dan Siti Fatimah membawa pulang hadiah tujuh buah guci pemberian orang tua Tan Bun An. Betapa kesalnya Tan Bun An ketika membuka peti tersebut dan hanya menemukan sawi-sawi asin. Tsn Bun An yang kesal langsung membuang guci-guci tersebut ke sungai tanpa berpikir panjang.

Betapa menyesalnya Tan Bun An ketika taksengaja ia memecahkan guci yang tersisa dan menemukan banyak sekali harta di dalamnya. Tan Bun An pun lantas langsung menceburkan diri ke sungai untuk mencari harta-harta yang sudah ia buang. Siti Fatimah pun akhirnya ikun menceburkan diri setelah sekian lama menunggu Tan Bun An yang tidak juga muncul kepermukaan. Mereka pun akhirnya menghilang bersama harta yang telah dibuang di perairan sungai Musi tersebut.

Check Also

Festival Kopi dan Mie di Banda Aceh 2018

  Festival Kopi dan Mie Di Banda Aceh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Tahun ini ...