
Jakarta – Pekan Wisata Kuliner Tradisional baru saja diselenggarakan pada tanggal 12 hingga 14 Desember 2014 kemarin. Kementrian Pariwisata menyelenggarakan pekan ini untuk mengupas keanekaragaman dan kelezatan kuliner dari seluruh Nusantara. Bertempat di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Pekan Wisata Kuliner Nusantara bertujuan untuk mengeksplorasi dan memperkenalkan keragaman makanan Indonesia dari 34 provinsi yang merupakan tindak lanjut dari program 30 ikon kuliner tradisional Indonesia.
Pekan Wisata Kuliner Tradisional menghadirkan kuliner dari seluruh penjuru Indonesia, dan juga ada demo masak menarik yang dilakukan oleh koki-koki muda dari Masterchef Junior Indonesia. Pesta kuliner ini melibatkan beberapa pihak lain sebagai pendukung, seperti Djarum Foundation, Bango, Quantum, pemerintah daerah, pelaku bisnis kuliner, asosiasi kuliner dan berbagai komunitas kuliner.
Dari banyaknya stand makanan yang ada di Pekan Wisata Kuliner Nusantara, ada satu stan milik SMK Negeri 1 Kudus yang menarik perhatian. Stand ini menampilkan secara khusus 30 ikon kuliner tradisional Indonesia yang sudah ditetapkan pada tahun 2013 lalu. Makanan dan minuman seperti Sate Maranggi, Tahu Telur, Asem Padeh Tongkol, Es bir pletok, Kunyit Asam, Rawon, Ayam Goreng Lengkuas, dan lain-lain.
Menteri Pariwisata, Bapak Arief Yahya mengatakan bahwa Kulinerh itu termasuk ke dalam ekonomi kreatid dan pariwisata. Kuliner industri menjadi nomor satu di sektor ekonomi kreatif. Sumbangannya mencapai lebih dari Rp 200 triliun.
AcaraEvent.com Online Event Information & Promotion