Breaking News
Home » Event » Art & Culture » Drama Musikal “Jangan Panggil Aku, Butet!” Siap Dipentaskan

Drama Musikal “Jangan Panggil Aku, Butet!” Siap Dipentaskan

Drama musikal “Jangan Panggil Aku, Butet!”
Drama musikal “Jangan Panggil Aku, Butet!”

Drama musikal “Jangan Panggil Aku, Butet!” siap meramaikan Jakarta di akhir bulan Oktober ini. “JanganPanggilAku, Butet!” yang dipentaskan oleh kelompok Voice of Indonesia. Setelah dua kali sukses menampilkan pertunjukkan di Galeri Indonesia Kaya pada tanggal 31 Agustus 2014 lalu, Rio Silaen dengan kelompok Voice of Indonesia dan didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan mementaskan ulang karya musikal “Jangan Panggil Aku, Butet!” dengan latar belakang budaya Batak.

Pementasan “Jangan Panggil Aku, Butet!” akan diselenggarakan di Usmar Ismail Concert Hall, Kuningan, Jakarta Selatan pada tanggal 25 Oktober 2014, dengan 2 sesi pertunjukkan pada pukul 15.00 dan 19.00 WIB.

Drama musikal “Jangan Panggil Aku, Butet!” disutradarai oleh Rio Silaen ini didukung oleh penata musik Teffy Mayne, serta arahan gerak dan tari oleh Elza Simanungkalit. Dukungan ini diperkuat dengan hadirnya para pemain, seperti Rita Matumona, Paulus Simangunsong, Rami Kinara, dan salah satu stand up comedian Gita ‘Bhebhita’ Butar-Butar. Pementasan ini menampilkan juga Voice of Indonesia Choir.

Pementasan “Jangan Panggil Aku, Butet!” berkisah tentang perjuangan 3 gadis Batak yang bernama sama, Butet. Butet yang pertama adalah seorang Gadis yang berkeinginan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di luar negeri. Demi mimpi dan cita-citanya ia meninggalkan keluarga dan negaranya untuk sementara waktu. Namun, keluarganya tidak mendukung cita-cita itu, karena masih berprinsip bahwa wanita sepatutnya mengerjakan hal-hal domestik, seperti tinggal di rumah, mengurus anak, dan suami.

Butet kedua adalah seorang gadis yang telah ditelantarkan orang tuanya sejak kecil. Butet yang satu ini sangat berjiwa sosial, peduli dengan lingkungan dan sekitarnya. Sama seperti Kartini dulu, dia mempunyai kecintaan terhadap anak-anak pinggiran dan peduli dengan pendidikan anak-anak Bangsa, dengan segala keterbatasan dan kemampuannya, dia memberanikan diri untuk menjadi volunteer dan mengajar sebagai Guru di daerah anak-anak buangan dipinggir kota.

Butet yang ketiga merupakan karakter lagu yang hidup di zaman peperangan dulu. Butet ingin mencari tahu nasib dan keberadaan orang tuanya yang diutus perang dan tak pernah kembali. Tekad dan kegigihannya membuatnya memutuskan untuk juga pergi berperang. Entah sebagai apa, namun mengambil bagian dari perjuangan sebuah Negara dalam meraih kemerdekaan adalah sesuatu yang tidak akan dibiarkannya, hanya karena dia seorang perempuan.

Drama musikal “Jangan Panggil Aku, Butet!”

Hari/Tanggal: Sabtu, 25 Oktober 2014
Tempat: Umar Ismail Hall, Jl. Hr. Rasuna Said – Kuningan, Jakarta Selatan
Waktu: Show 1: 15.00 WIB | Show 2: 19.00 WIB
Harga Tiket:
Platinum Rp 150.000,-
Gold Rp 100.000,-
Silver Rp 75.000,-

Untuk informasi dan pemesanan tiket dapat menghubungi:

021 7279 5738 / 0811 3804 333 / 0856 975 7625 (Voice of Indonesia)

atau,

Website: www.voiceofindonesia.co.id

Check Also

Aceh International Rapa’i Festival 2018

Aceh International Rapa’i Festival Festival Musik Perkusi Internasional memiliki daya tarik tersendiri yang bersifat unik ...