
ASEAN Literary Festival akan kembali digelar untuk kedua kalinya. Tahun ini, ASEAN Literary Festival akan mengusung tema Question of Conscience. Tema ini dianggap sesuai sebagai respons atas dinamika global dan perkembangan zaman, utamanya terkait laju konsumerisme dan perkembangan teknologi informasi.
Tahun ini akan ada lebih dari 20 negara ASEAN dan non ASEAN yang akan berpartisipasi. Mereka terdiri dari penulis, semiman, akademisi, penerbit dan insan perfilman. Serangkaian acara menarik, seperti diskusi, workshop, pentas seni hingga film screening juga akan memeriahkan event ini. Tak lupa penyerahan penghargaan ASEAN Literary Award kepada sastrawan yang konsisten memperjuangkan kebebasan, keadilan, dan kemanusiaan melalui karyanya. Tahun lalu, penyair Wiji Thukul menjadi sastrawan pertama yang dianugerahi penghargaan tersebut.
ASEAN Literary Festival atau Festival Sastra ASEAN adalah acara budaya pertama di mana semua negara ASEAN saling berbagi kedekatan, kesamaan dalam budaya dan sastra serta sejarah, tingkat demokratisasi dan pembangunan ekonomi. Festival ini bertujuan untuk menjadi media untuk meningkatkan kualitas karya sastra di kawasan ASEAN. Festival ini menampilkan para penyair, novelis, playwriters, kritikus, akademisi, ulama dan seniman ASEAN untuk melakukan dan mendiskusikan peran sastra dalam membantu negara-negara anggota agar mampu mengakomodasi kebebasan berekspresi dan demokratisasi.
ASEAN Literary Festival (ALF) 2015
15 – 22 Maret 2015
Taman Ismail Marzuki
Jalan Cikini Raya No.73, Jakarta Pusat
Phone:+62 21 31934740
http://www.aseanliteraryfestival.com
AcaraEvent.com Online Event Information & Promotion