Breaking News
Home » Hot News » Sound for Orangutan 2014, Gerakan peduli Penyelamatan Orangutan lewat Musik

Sound for Orangutan 2014, Gerakan peduli Penyelamatan Orangutan lewat Musik

Sound for Orangutan 2014 "Freedom for Orangutan"
Sound for Orangutan 2014 “Freedom for Orangutan”

Konser Sound for Orangutan yang bertajuk “Freedoom for Orangutans” sukses digelar untuk ketiga kalinya pada Sabtu 18 Oktober kemarin yang bertempat di Rolling Stone Cafe, Jakarta Selatan. Sound for Orangutan itu didukung oleh penampilan musik dari Payung Teduh, Oppie Andaresta, J-Flow, Banda Neira, Monkey to Millionaire, Miskin Porno, Earia, serta Melanie Subono selaku pembawa acara

Donasi dari penjualan tiket Konser Sound for Orangutan ini untuk membangun pusat rehabilitasi orangutan di Labanan, Kalimantan Timur. Pusat rehabilitasi seluas 7.900 hektare tersebut akan digunakan untuk melatih orangutan agar siap sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.

Dalam konser tersebut tersedia juga official merchandise berupa kaos, tote bag, stiker, kartu pos, pin yang bisa dibeli pengunjung untuk menambah donasi bagi pembangunan pusat rehabilitasi orangutan di Labanan. Selain penampilan musik, di Sound for Orangutan terdapat pula pameran foto wajah 14 orangutan yang akan direhabilitasi dan bagaimana kehidupan mereka sehari-hari.

Tanda tangan sebagai simbol mendukung rehabilitasi Orangutan
Tanda tangan sebagai simbol mendukung rehabilitasi Orangutan

Orangutan adalah satwa asli indonesia yang populasinya banyak ditemukan di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Hutan Sumatera dan Kalimantan yang sehat menjadi faktor penting adanya eksistensi orangutan di sana. Keberadaan orangutan erat kaitannya dengan keberadaan satwa liar lainnya. Sehingga, kepunahaan orangutan membawa dampak buruk bagi perkembangan ekosistem alam di habitatnya.

Di Indonesia saat ini, Orangutan menjadi salah satu satwa yang terancam punah dan harus dilindungi. Terdapat dalam Undang-undang No. 5 tahun 1990 mengenai Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Orangutan memiliki postur tubuh yang gemuk, lengan yang panjang dan kuat dengan kakinya yang pendek, dan tidak memiliki ekor. Orangutan termasuk ke dalam klasifikasi mamalia seperti manusia yang memiliki ukuran otak cukup besar. Mereka termasuk ke dalam spesies kera seperti gorila dan simpanse.

 

Orangutan memiliki 97% DNA yang mirip dengan manusia. Sehingga banyak penyakit yang bisa saling menular di antara kedua mamalia ini, seperti TBC, diare, hepatitis, malaria, dan jenis penyakit lainnya. Satwa ini memiliki obat-obatan alami yang banyak terdapat di alam. Tumbuhan tertentu yang dimakan orangutan juga bisa menjadi obat untuk manusia. Jika orangutan dan hutan hilang, maka manusia akan kehilangan semua sumber dan obat itu sendiri.

Check Also

Jakcloth 2018 Hadir Dengan Konsep Yang Berbeda.

Jakcloth 2018 Setelah sukses mengunjungi para pecinta clothing di berbagai daerah di Indonesia, The Biggest Youth ...