Pemutaran Film
Di Balik Frekuensi karya Ucu Agustin
Selasa, 23 April 2013, 19:00 WIB
Teater Salihara
Durasi : 144 menit
Terbuka untuk umum
Survei Edelman Trust Barometer 2012 menunjukkan rata-rata tingkat kepercayaan masyarakat terhadap informasi majalah, koran, televisi, dan media online sekitar 42-43 persen. Survei ini menegaskan infromasi media punya peran besar terhadap sikap masyarakat yang memercayainya. Bagaimana jika informasi media-media tersebut dikendalikan oleh kepentingan perusahaan media? Siapa yang dirugikan? Bagaimana pula sikap jurnalis mengenai soal ini? Bagaimana seharusnya media bekerja?
Film feature-dokumenter Di Balik Frekuensi produksi Gambar Bergerak secara khusus mengungkapkan konglomerasi media televisi setelah era Soeharto. Film ini melukiskan bagaimana para konglomerat media menjadikan saluran-saluran berita itu demi kepentingan politik dan bisnis mereka semata; cenderung memalsukan realitas ketimbang mencerahkan masyarakat. Padahal jelas-jelas mereka menggunakan frekuensi publik sebagai sarana siar.
Kisah Luviana, jurnalis Metro TV yang dipecat sepihak karena menyoal manajemen yang tak berpihak kepada pekerja, dan Hari Suwandi dan Harto Wiyono yang berjuang menuntut keadilan ganti rugi lumpur Lapindo, dihadirkan dalam kaitan bagaimana para buruh media di lapangan memberitakan kasus-kasus itu.
Pemutaran film ini bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Cipta Media Bersama dan Gambar Bergerak.
AcaraEvent.com Online Event Information & Promotion
