
Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono membuka Pameran Mutu Manikam Nusantara Indonesia (MMNI) 2013 di Raflesia Ballroom, Balai Kartini, Jakarta, Kamis (14/11) pukul 10.00 WIB. Pameran yang berlangsung pada 14-17 November 2013 ini mengambil tema ‘Indahnya Batu Permata Indonesia’.
Pameran seperti MMNI ini memberi efek positif kepada semua pihak. Perajin dapat merasakan efek langsung, baik itu dari segi benefit, pengalaman, pengetahuan, desain, serta bertambahnya informasi dan relasi. Sedangkan bagi konsumen, termasuk Ibu Ani, dapat melihat tren perhiasan dan menggali informasi dari berbagai corak perhiasan Indonesia.
“Sejak dulu sampai kapan pun kaum perempuan senang akan perhiasan. Kini, selain muncul banyak desain baru, namun masih banyak juga yang menyukai replika perhiasan dari jaman nenek moyang kita. Gaya etnik, demikian mereka menyebutnya,” kata Ibu Ani dalam sambutannya.
Sebagaimana tema pameran kali ini, Ibu Ani meyakini potensi batu-batuan Indonesia sangat besar, baik itu batu permata mulia maupun setengah mulia. Seperti intan di Kalimantan, Giok di Sumatera, Mutiara di NTB, batu Agad di Pacitan, dan Kalsedoni yang ada di hampir seluruh wilayah tanah air. “Kita sungguh bersyukur melimpahnya potensi batu mulia dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai komoditas unggulan,” Ibu Ani menambahkan.
Pemilihan Jakarta sebagai tempat pameran juga dinilai tepat oleh Ibu Negara. Jakarta merupakan jantung pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus pasar retail yang besar. “Saya berharap penduduk Jakarta dan penduduk kota satelit di sekitar Jakarta seperti Bogor, Depak, maupun Bekasi dapat berkunjung ke pameran ini,” ujar Ibu Ani.
Menurut Ibu Negara, ajang ini bisa menjadi showroom mutu manikam Indonesia, yang bisa memancing masyarakat untuk membeli. “Artinya secara tidak langsung kita telah ikut serta membantu mensejahterakan para perajin mutu manikam,” Ibu Ani menjelaskan.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pameran MMNI Yuna Anwar Nasution mengatakan, MMNI yang terbentuk pada tahun 2006 bertujuan untuk penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. “Dengan niat yang tulus, MMNI sejak awal sudah mendedikasikan seluruh kegiatan bagi para perajin perhiasan UMKM dan pelestarian kriya perhiasan,” kata Yuna.
Pameran MMNI diikuti sekitar 140 peserta dari Jambi, Sumbar, Bali, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Yogyakarta, NTB, NTT, Sumsel, Gorontalo, dan Papua. Para peserta ini merupakan binaan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan juga mitra binaan beberapa kementerian seperti Kemendag (12 stan), Kemenperin (6 stan), serta Kemeneg Koperasi dan UKM (5 stan).
Selain penjualan kriya perhiasan hasil karya perajin nusantara, ditampilkan pula kegiatan desain perhiasan kategori tradisional, modern, dan kontemporer.
Hadir dalam pembukaan pameran MMNI, antara lain, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, anggota Wantimpres Meutia Hatta, dan pengurus SIKIB diantaranya Ratna Djoko Suyanto, Niniek Djan Faridz, dan Evi Amir Syamsuddin. Hadir pula istri Gubernur DKI Jakarta, istri Gubernur Papua, NTT, dan istri Gubernur Bali. (yun)
Sumber : presidenri.go.id
AcaraEvent.com Online Event Information & Promotion