Breaking News
Home » Event » Art & Culture » Pameran Lukisan Putu Wijaya

Pameran Lukisan Putu Wijaya

70 Tahun Putu Wijaya pic

Pameran Lukisan Putu Wijaya ini merupakan rangkaian perhelatan ultah ke-70, digagas dan didorong oleh Jais Dargawijaya (art dealer), Teater Mandiri, Dewi Pramunawati (istri Putu Wijaya) dan Bentara Budaya.  Pembukaan pameran akan dimeriahkan dengan penampilan musisi Dewa Budjana dan Sruti Respati.

Nama besar Putu Wijaya, lebih dikenal di dunia sastra dan sutradara film dan teater. Namun sesungguhnya pada awalnya ia ingin menjadi pelukis seperti Van Gogh, Henri Rousseau atau Rene Margriet dengan menimba ilmu di ASRI Yogyakarta. Karena kurikulum sekolah membebani dengan tugas akademik yang banyak dan tak mampu ia ikuti, minatnya berpindah. Ia ingin bekerja dan berekspresi bebas. Maka ia berubah haluan dan bermimpi menjadi Ernest Hemingway, Boris Pasternak atau Samuel Becket. Ketika reformasi, banyak kegiatan terhenti termasuk film dan teater, dan ia mulai melukis lagi. Ketika situasi kembali normal, ia kembali berteater dengan menggunakan layar berukuran besar yang dianggap mampu menampung cahaya dan bayangan yang pada intinya adalah cara lain melukis dengan cahaya.

Kemudian pada 2009, sepulang menjadi juri Peksiminas (Pekan Seni Mahasiswa tingkat Nasional) di Mataram, Lombok, ia mengalami pendarahan di otak. Keluar dari rumah sakit Siloam di Kawaraci, ia merasa memasuki hidup baru. Tangan dan kakinya masih menjalani fisioterapi, sampai kini. Ketika Kamis 13 Maret ditemui di rumahnya di kawasan Cirendeu, ia tengah melukis di kanvas dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya belum maksimal bisa digerakkan. Ujung kuas yang kecil digoreskan dengan ekspresi tanpa beban membentuk susunan gedung-gedung dan dua matahari di kiri dan kanan bidang lukisan.

Setelah kembali melukis, telah dikumpulkan sekitar 40 buah lukisan bertema apa saja yang berkelebat di ingatannya. Pohon, air, gunung, Danau Kelimutu, matahari dan bulan, menjadi bermakna untuk dilukiskan.

“Sebagaimana menulis fiksi, saya jepret alam, opini di balik peristiwa, kenangan, suasana dan apa saja yang terlintas di batin saya. Bukan hanya seperti yang terekam oleh mata, tetapi yang mewakili ekspresi saya”, tulisnya dalam pengantar pameran.

Pameran Lukisan Putu Wijaya “BERTOLAK DARI YANG ADA”

Peresmian Pameran : Kamis, 3 April 2014 pukul 19.30 WIB

Pameran berlangsung hingga 12 April 2014 pukul 10.00 – 18.00 WIB

Pameran dibuka oleh Bpk. Deddy Kusuma (kolektor)
Tempat : Bentara Budaya Jakarta,  Jl. Palmerah Selatan 17, Jakarta Barat

Check Also

IDS Distorted Reality

INTERNATIONAL DESIGN SCHOOL GELAR EXHIBITION KARYA MAHASISWA IDS ANGKATAN 2017 BERTEMAKAN “DISTORTED REALITY”

Jakarta, 8 Juni 2018 – IDS | International Design School resmi menggelar acara Exhibiton bertema ...