
Para astronom memastikan beberapa kota di Indonesia akan dilalui Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret 2016 mendatang. Palembang, Tanjung Pandan, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Ternate dan Sofifi sedang bersiap menyambut Gerhana Matahari Total di tahun depan. Kesempatan melihat Gerhana Matahari Total juga akan dirasakan penduduk Indonesia di Bali dan Bandung.
Gerhana Matahari merupakan gejala alam saat posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari. Ukuran Bulan yang lebih kecil dapat menutupi sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Hal itu terjadi karena posisi Bulan yang berjarak lebih dekat dengan Bumi daripada Matahari. Gerhana Matahari Total akan terjadi apabila saat puncak piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari juga dapat memengaruhi besarnya ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan.
Komunitas dan lembaga astronomi di Indonesia turun langsung ke daerah-daerah yang akan dilalui GMT untuk memberikan informasi dan edukasi yang terkait dengan GMT 2016 nanti. Salah satu komunitas yang berperan aktif adalah Langit Selatan. Komunitas astronomi yang telah berdiri sejak tahun 2007 ini memberikan informasi mengenai astronomi dan fenomena alam melalui media sosial yang didirikannya.
“Masyarakat sangat tertarik, kami ingin mereka mengetahui informasi-informasi yang akurat mengenai fenomena alam termasuk GMT ini,” kata Avivah Yamani, pendiri Langit Selatan.
Selain Langit Selatan, terdapat beberapa komunitas dan lembaga yang turut berperan aktif dalam sosialisasi tersebut, seperti Himpunan Astronomi Amatir, Himpunan Mahasiswa Astronomi ITB, observator Indonesia, LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), Planetarium, serta beberapa komunitas di Jogjakarta dan Surabaya gencar-gencarnya menyebarkan informasi terkait situasi GMT.
AcaraEvent.com Online Event Information & Promotion