Breaking News
Home » Event » Art & Culture » Eksperimentasi Seni Musik Etnik Di Ruang Publik 2014

Eksperimentasi Seni Musik Etnik Di Ruang Publik 2014

Eksperimentasi Seni Musik Etnik Di Ruang Publik 2014 2

Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia disamping sebagai pusat kegiatan Pemerintahan, perdagangan dan jasa, pariwisata dan kebudayaan juga sekaligus merupakan pintu gerbang keluar masuknya nilai-nilai budaya dari berbagai penjuru dunia yang merupakan suatu wadah berinteraksinya dari berbagai aspek sosial budaya masyarakat, baik yang bersifat lokal maupun nasional. Sehingga dengan demikian kota Jakarta menempatkan kedudukannya yang sangat potensial dan strategis baik dalam skala nasional, regional maupun internasional. Seiring dengan pesatnya pembangunan dan pertumbuhan penduduk menyebabkan beban tugas disektor kebudayaan akan menjadi sangat kompleks dan dikhawatirkan lambat laun akan memusnahkan adat istiadat tradisional budaya warganya terutama masyarakat Betawi sebagai inti warga Jakarta.

Untuk menunjang program pelestarian budaya Betawi dibutuhkan suatu tempat dimana didalamnya terdapat berbagai fasilitas untuk mempertunjukkan hasil budaya Betawi. Selain itu terdapat pula sarana pengembangan sehingga budaya Betawi tetap terjaga. Kebutuhan akan adanya fasilitas tersebut didasari fakta bahwa di Jakarta sendiri belum memiliki suatu tempat khusus yang ideal untuk mempertunjukkan hasil kebudayaan Betawi, dimana masyarakat dapat menikmati berbagai pertunjukkan kesenian Betawi sekaligus mempelajari nilai-nilai budaya Betawi. Salah satu kriteria lokasi Pusat Budaya adalah berada dekat dengan pemukiman warga daerah setempat, dimana tujuan dari Pusat Budaya salah satunya adalah mengembangkan potensi dan mengangkat nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat.

Di Jakarta sebagai tempat cikal bakal tumbuhnya budaya Betawi, memiliki beberapa pemukiman komunitas warga Betawi. Kelompok komunitas warga asli ini telah terbentuk dari sejak penguasaan Batavia (sekarang Jakarta) oleh Pemerintah Hindia Belanda. Sejak tahun 1800 terjadi pemekaran pusat pemerintahan yang menyebabkan warga asli banyak bergeser ke selatan dan beberapa membentuk konsentrat pemukiman warga asli di tengah perkotaan. Pemukiman komunitas warga Betawi asli di Jakarta, oleh pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta ditetapkan sebagai cagar budaya yang dilindungi dan dikembangkan kearah pelestarian budaya Betawi. Pemukiman Betawi terbesar di masing-masing kotamadya antara lain : Condet-Jakarta Timur, Srengseng Sawah-Jakarta Selatan Kemayoran-Jakarta Pusat, Marunda-Jakarta Utara dan Srengseng- Jakarta Barat. Diharapkan dengan dipertahankannya komunitas Betawi di lingkungan cagar budaya, pelestarian budaya bisa berjalan dengan baik.

Maka dengan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengadakan acara “Eksperimentasi Musik Etnik di Ruang Publik” agar dapat melestarikan dan mengembangkan budaya masyarakat Betawi serta melindungi berbagai budaya masyarakat daerah lain yang ada di daerah Provinsi DKI Jakartasehingga dapat mempertahankan bahkan menambah kekayaan budaya kota Jakarta. Acara ini akan digelar di tempat – tempat are publik seperti taman / tempat wisata dan juga mall-mall yang ada di Jakarta yang mudah di tonton oleh pengunjung.

Check Also

IDS Distorted Reality

INTERNATIONAL DESIGN SCHOOL GELAR EXHIBITION KARYA MAHASISWA IDS ANGKATAN 2017 BERTEMAKAN “DISTORTED REALITY”

Jakarta, 8 Juni 2018 – IDS | International Design School resmi menggelar acara Exhibiton bertema ...