
Sepasang remaja batak yang mempunyai janji dan komitmen untuk berjuang merebut kembali kemerdekaan. Opung doli seorang tentara yang bertemu dengan opung boru yang mengabdikan dirinya sebagai anggota Palang Merah Indonesia sejak kematian bapaknya yang tercinta akibat perang Jepang. Mereka bertemu dalam suatu kisah asmara pada jaman peperangan yang menyatukan dua hati dan berkomitmen untuk menjalani kehidupan rumah tangga bersama berjuang dan berdoa, sampai pada akhirnya hari yang dinantikan itu tiba, yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang disambut meriah oleh seluruh bangsa Indonesia. Merdeka atau Mati, Kemerdekaan ini dipertahankan oleh nyawa yang rela hilang kapan saja demi mempertahankan sucinya Merah Putih.
Tidak berhenti sampai disitu, masih banyak oknum yang ingin memecah belah persatuan Indonesia, pemberontakan yang dilakukan oleh penghianatan bangsa sendiri juga mempengaruhi kehidupan rumah tangga opung doli dan opung boru. Dimana mereka juga menemukan masa sulit bersama anak – anak mereka yang sudah lahir pada saat itu, bagaimana mereka bertahan hidup dalam melewati masa itu dan tetap setia kepada Negara dan Pancasila.
Opung doli dan Opung boru muda membawa anak – anak mereka untuk merantau ke Jakarta dimana saat itu Indonesia berusaha membangun, membenahi dan mengejar ketertinggalan. Dengan semangat yang mendarah daging sebagai orang batak yang terkenal dengan sifat pantang menyerah, tangguh dan menjunjung tinggi nilai – nilai yang diwarisi turun temurun oleh nenek moyang Hasangapon, Hagabeaon, Hamoraon opung doli dan opung boru membekali diri mereka untuk berjuang mengisi kemerdekaan sampai akhirnya opung doli dan opung boru terpisahkan oleh kematian opung doli.
Opung boru dikaruniai anak – anak yang sukses dan berbakti serta cucu – cucu dan cicit. Yang menggambarkan kesuksuksesan seorang wanita yang mandiri dan berhasil membangun keluarga yang harmonis.
Drama musikal Satu Langit yang berjiwa nasionalisme ini di kemas dengan mengangkat budaya Batak dengan puak batak yang berbeda: Toba, Karo, Simalungun, Pak-pak dan Mandailing (Tapsel). Masing – masing puak kaya dengan budaya, lagu dan tarian. Berbeda tapi satu dan masing – masing memiliki keunikan karakter. Bagaimana opung boru mengajarkan nilai – nilai hidup dan mengajarkan nilai kebersamaan dan persatuan kepada anak – anak dan cucunya. Bagaimana kewajiban dan kesadaran kita dalam mengisi kemerdekaan Indonesia ini, bagaimana kita memelihara keharmonisan persahabatan dengan sesama manusia yang mengajarkan bahwa kita manusia yang sama di mata Tuhan di bawah Satu langit.
www.satulangit2016.com
AcaraEvent.com Online Event Information & Promotion