
‘Blackhouse Seven’ adalah gerakan yang ditujukan kepada para musisi lokal yang membuat dan mempunyai karya dengan tidak mempunyai karya dengan tidak menggunakan sudut pandang industri musik saat ini namun berharap tetap dapat diterima oleh penikmat musik Indonesia. Banyak alasan, namun salah satu yang menjadi fokus utama adalah musik-musik yang menggunakan lirik berbahasa inggris.
Pergerakan ini lebih menggunakan sudut pandang internasional. Karena secara kualitas dan materi, apa yang dimiliki oleh musisi lokal ini diharapkan mampu bersaing dengan musisi internasional di masa yang akan datang.
Visi dan misi dari pergerakan ini ialah bersatu bukan bersaing, bagaimana caranya agar musik mereka lebih banyak didengar serta dukungan nyata antara satu musisi terhadap musisi yang lain.
Saat ini sudah ada 30 musisi lokal yang tergabung bersama ‘Blackhouse Seven’. Mereka adalah Renita, Andezzz, Matthew Sayersz, Bayu Risa, Radhini, Soulvibe, Art of Tree, Rock N Roll Mafia, Grace Sahertian, Jemima, Imela Kei, Teza Sumendra, Abdul & Coffee Theory, Amanda and Friends, Stereocase, LaidThisNight, Homogenic, Millane Fernandez, Yura, Kyriz Boogieman, Suddenly September, Aimee Saras, Lloyd Popp, Ifa Fachir, Febrian, Drew, Incircle, Dimi, dan Talia Subandrio.
Sesuai dengan namanya, ‘Blackhouse Seven’, gerakan ‘independent’ ini pun mempunyai tujuh elemen dalam kegiatannya, yaitu sebagai media, sebagai musisi, video grafis, fotografi, audio, sebagai konseptor dan ‘you’ atau siapapun yang tertarik dan berniat mendukung mereka.
Nantinya akan ada tiga hal yang menjadi hasil utama gerakan ini, promosi, video klip dan konser tahunan.
AcaraEvent.com Online Event Information & Promotion