
Pameran ini menantang para seniman untuk kembali menelusuri jejak A.R. Wallace, menafsirkan kembali maupun merespons dokumentasi karya-karyanya lewat karya baru. Menampilkan karya dari 24 seniman dan ilmuwan Indonesia maupun mancanegara, pameran ini terselenggara atas kerja sama Komunitas Salihara dan Pusat Riset Biologi LIPI yang berpusat di Bogor.
Sejumlah koleksi LIPI akan ikut dipamerkan. Termasuk pelat negatif yang berisi dokumentasi kepulauan Indonesia dari abad ke-18 dan ke-19. Di Komunitas Salihara, koleksi langka tersebut untuk pertama kalinya dapat dilihat publik. Selain di Komunitas Salihara, acara serupa juga digelar di Museum Zoologi Bogor.
Seniman Indonesia yang mengikuti pameran ini adalah Ari Bayuaji, Theo Frids Hutabarat, Aprina Murwanti & Bharoto Yekti, Intan Prisanti, Farid Rakun & Sigrid Espelien, Ary Sendy, Albert Yonathan Setyawan, Andreas Siagan, Zenzi Suhadi (WALHI), Satrio Wicaksono, Tintin Wulia, dan Mahardika Yudha.
Seniman dari Mancanegara antara lain Fred Langford Edwards, Lucy Davis, Geraldie Juarez, Flora Lichtman & Sharon Shattuck, Shannon Lee Castleman, Ed Scholes & Tim Laman, dan Robert Zhao Renhui (Institute of Critical Zoologists).
*dipublikasikan oleh @acaraevent
AcaraEvent.com Online Event Information & Promotion