Breaking News
Home » News & Articles » Galeri Salihara Mempersembahkan Pameran Karya Instalasi

Galeri Salihara Mempersembahkan Pameran Karya Instalasi

Galeri Salihara secara rutin mengundang para seniman muda untuk membuat instalasi seni rupa dengan cara merespons ruang-ruang terbuka yang ada di kompleks galeri Salihara. Karya-karya yang ditampilkan di Galeri Salihara tidak hanya merespon ruang fisik, tapi juga ruang-ruang takkasat mata, yaitu posisi komunitas Salihara (Galeri Salihara) dalam konstelasi seni di Indonesia. Konsepnya sebagai sebuah pusat kesenian berbasis swasta, bahkan dialog dengan pohon-pohon yang berimbunan di halamannya.

Galeri Salihara menyandingkan undangan kepada para seniman muda ini dengan pelaksanaan Festival Salihara, peristiwa dua tahunan yang menampilkan karya-karya seni pertunjukan terbaik dari Indonesia dan mancanegara. Acara Pameran Karya Instalasi berlangsung dari tanggal 14 September hingga 22 Oktober 2014 mendatang bertempat di Kompleks Komunitas Salihara.

Festival Salihara yang diadakan di Galeri Salihara adalah acara yang senantiasa dinanti oleh penikmat kesenian di Indonesia, sehingga diharapkan karya seni instalasi ini akan mendapat perhatian dan pengakuan yang lebih melimpah lagi. Tahun ini Galeri Salihara mendapat kehormatan untuk bekerja sama dengan Terra Bajraghosa dan Tromarama. Selain itu, turut hadir juga Lee Hyun-Jin (Korea), Lee Wan (Korea), Serrum dan Stereoflow (Indonesia).

Terra Bajraghosa adalah seniman asal Yogyakarta yang dikenal melalui karya-karya bersuasana robotik dan banyak dipengaruhi video game dan animasi. Sementara, Tromarama adalah sekumpulan seniman asal Bandung yang populer melalui karya berbasis multimedia yang mencampuradukkan animasi stop-motion dengan teknik grafis, lukis, dan gambar.

Selain itu di Galeri Salihara terdapat juga karya Lee Hyun-Jin dan Lee Wan dari Korea Selatan, serta Serrum dan Stereoflow dari Indonesia. Karya-karya Hyun-Jin banyak dipengaruhi oleh mangga, sementara karya Lee Wan merekam proses yang terjadi pada sebuah material sehingga menjadi karya interaktif. Stereoflow bercakap-cakap dengan dinding galeri Salihara dan Serrum mengajak pengunjung Galeri Salihara bernostalgia pada masa sekolah dengan cara yang menyenangkan.

Pameran Karya Instalasi dapat terwujud berkat bantuan kerja sama dengan BCA, Pusat Kebudayaan Korea dan beberapa instansi lainnya. Galeri Salihara berkolaborasi dengan kurator Jeong-Ok Jeon untuk memilih para seniman pendukung tersebut.

 

Memohonkan Rekayasa –Terra Bajraghosa (Indonesia)
Memohonkan Rekayasa –Terra Bajraghosa (Indonesia)

Memohonkan Rekayasa –Terra Bajraghosa (Indonesia)
Presentasi karya berupa cutout, ala peraga pariwara film-film di bioskop, bertujuan membangun interaksi dengan para apresiator untuk menyimak narasi supersingkat dalam bentuk protoanimasi.

In The Pursuit of Possibilities – Tromarama (Indonesia)
In The Pursuit of Possibilities – Tromarama (Indonesia)

In The Pursuit of Possibilities – Tromarama (Indonesia)
Karya ini mengeksplorasi bentuk periskop dari material besi teralis, bercerita tentang bagaimana hasrat manusia semakin tak terkendali dalam soal mengeksplorasi alam.

Love & Peace –Lee Hyun-Jin (Korea Selatan)
Love & Peace –Lee Hyun-Jin (Korea Selatan)

Love & Peace –Lee Hyun-Jin (Korea Selatan)
Karya ini berkutat pada dorongan atau penyemangat. Hal-hal buruk, seperti perang dan kecelakaan sangat sering terjadi, terutama akhir-akhir ini. Manusia hanya menahan rasa sakit dan kesedihan yang terbatas. Manusia takbisa hidup sendiri, ia hidup dari bantuan banyak manusia lain beserta cinta dan damai di dalamnya. “Love & Peace” membuat manusia tetap hidup dan terus maju.

Made in Indonesia - Lee Wan (Korea Selatan)
Made in Indonesia – Lee Wan (Korea Selatan)

Made in Indonesia – Lee Wan (Korea Selatan)
“Made in Indonesia: Wooden Table” adalah jungkat-jungkit yang terbuat dari kayu lokal Indonesia dengan kolong meja sebagai porosnya. Jungkat-jungkit ini menyerupai struktur politik. Meja kayu sebagai simbol industri kayu Indonesia. Meja adalah tempat lebih dari satu orang biasanya duduk untuk berdialog, saling berbagi ide. Meja sebagai pusat jungkat-jungkit adalah metafora dari status sosial-ekonomi dan politik di Indonesia.

The Drawing Memory – Serrum (Indonesia)
The Drawing Memory – Serrum (Indonesia)

The Drawing Memory – Serrum (Indonesia)
“The Drawing Memory”adalah semacam alat peraga pelajaran biologi yang mengajarkan tentang organ dalam manusia dengan memproyeksikan video pada manekin seukuran tubuh manusia. Menggunakan Youtube sebagai bantuan visual. Video terbukti menjadi salah satu cara untuk mendistribusikan materi ajar dalam proses belajar-mengajar hingga terpatri di dalam ingatan –tak hanya melalui papan tulis di depan kelas.

In Relationship –Stereoflow (Indonesia)
In Relationship –Stereoflow (Indonesia)

In Relationship –Stereoflow (Indonesia)
“In Relationship” menampilkan sosok anak laki-laki dan perempuan yang saling berpegangan tangan. Tangan erat itu adalah tafsiran atas hubungan negara-negara di Asia. Latar belakang figur yang berwarna-warni adalah gambaran dari laut pemisah negara-negara di benua tersebut.

Check Also

Otomotif show terbesar akan mengguncang Jakarta

Indonesia International Motor Show 2018 Para penggila otomotif di Tanah Air bersiap siap menghadiri Otomotif ...