
Jakarta – Rabu, 8 Oktober 2014 kemarin, bertempat di Galeri Foto Jurnalistik Antara diadakan konferensi pers dalam rangka peluncuran buku dan pameran yang bertema “Aceh Revives: Celebrating 10 Years of Recovery in Aceh” karya Dr Noel Trustrum. Dr Noel Trustrum adalah seorang ahli geomorfologi dan fotografer yang telah bekerja lebih dari 30 tahun sebagai spesialis pengurangan risiko bencana dan pengolahan daerah pengairan di seluruh Asia Tenggara dan Pasifik.

Konferensi pres peluncuran buku dan pameran Aceh Revives: Celebrating 10 Year of Recovery in Aceh yang dimulai pukul 16.00 tersebut mengundang beberapa narasumber dalam diskusinya, yaitu Dr Gegar Sapta Prasetya, ahli oseonografi Indonesia yang meruapakan pelopor penelitian tsunami, Dr Gill Jolly, Direktur divisi Bencana Alam GNS Science, dan Kadek Adidharma, lahir dan dibesarkan dalam lingkungan multi-lingual karya sastra dan seni pertunjukkan. Bekerja sebagai konsultan lingkungan dan penulis, dan tentu saja sang penulis, Dr Noel Trustrum.

Dalam diskusi Aceh Revives: Celebrating 10 Year of Recovery in Aceh ini, para narasumber membahas apa yang telah mereka pelajari di Aceh, apa yang masih harus dilakukan, dan bagaimana Indonesia mengambil pelajaran agar menjadi lebih siap untuk menghadapai bencana alam ke depannya. Kerusakan gempa dan tsunami di Aceh benar-benar mengguncang dunia. Realita tersebut memberikan tantangan luar biasa bagi para ahli untuk mengubah manajemen dalam penanganan risiko bencana.

Sekitar 300 bencana alam terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Dengan menyoroti hal tersebut, Indonesia perlu membangun ketahanan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi dan mengelolah bencana alam. Bencana alam di Indonesia dapat menyebabkan kerugian nyawa yang jauh lebih besar jika dilihat dari faktor kepadatan penduduknya.
Bertahun-tahun Ilmuwan Noel Trustrum telah meneliti efek deforestasi –penebangan hutan- terhadap erosi pegunungan dan produktivitas lahan di Selandia Baru dan membagikan penelitian itu ke daerah Asia Tenggara. Program bantuan Selandia baru tersebut telah memberikan dukungan yang berkelanjutan pada tingkat lokal, provinsi, dan nasional dalam penanggulangan bencana dan koordinasi tanggap bencana, di Indonesia khususnya. Semua kegiatan tersebut bertujuan mengurangi kerugian bencana di masa mendatang.

Buku fotografi, Aceh Revives: Celebrating 10 Years of Recovery in Aceh karya Dr Noel Trustrum ini, berisi lengkap serangkaian wawancara dengan korban dan para ahli, serta diselingi juga dengan puisi yang menggugah jiwa. Pesan utama yang ingin disampaikan dalam buku Aceh Revives ini bahwa negara-negara harus berinvestasi dalam kesiapan dan ketahanan menghadapai bencana yang bisa datang kapan saja.
Buku Aceh Revives: Celebrating 10 Years of Recovery in Aceh dibuat untuk berbagi pengalaman dan memberi pelajaran dari pemulihan pasca-tsunami di Aceh dan bagaimana hal itu menjadi pelajaran penting dalam perbaikan serta penanggulangan bencana di Indonesia. Pemulihan pasca-tsunami di Aceh menjadi teladan yang mengajarkan dunia untuk lebih tanggap dengan bencana. Masyarakat harus membangun ketahanan untuk mengurangi korban jiwa dan lebih siap jika bencana semacam itu sewaktu-waktu terjadi.
AcaraEvent.com Online Event Information & Promotion

