Breaking News
Home » Event » Music & Concert » Sound for Orangutan 2013: Melalui Musik, Jadilah Agen Penyelamat Orangutan

Sound for Orangutan 2013: Melalui Musik, Jadilah Agen Penyelamat Orangutan

Sound Of Orangutan 2013 pic2

Kontribusi untuk menggalang dukungan terhadap pelestarian orangutan bisa dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah melalui musik. Centre for Orangutan Protection melakukan upaya pelestarian orangutan melalui konser musik yang bertajuk Sound for Orangutan.
Sound for Orangutan 2013 adalah penyelenggaraan yang kedua kalinya setelah tahun sebelumnya mendapat respons yang sangat bagus dari penikmat musik di Jakarta. Tahun ini, Sound for Orangutan akan diselenggarakan pada Sabtu, 16 November 2013, di Borneo Beerhouse, Jl. Madrasah 14, Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Tahun ini, Sound for Orangutan mengusung tema Forest Calling. Lupita Anggraito, Koordinator Sound for Orangutan 2013, menyatakan sebagai berikut: “30 Tahun yang lalu, Kalimantan adalah hutan hujan tertua yang terindah di dunia. 2013, paling tidak tiga perempat persen perkebunan kelapa sawit menggantikan hutan hujan di Kalimantan. Belum lagi tambang, juga pembabatan hutan ilegal. Orangutan semakin tersudut. Hanya hutan-hutan kecil yang hanya menyediakan makanan bagi mereka untuk beberapa saat ke depan. Namun, tidak ada jaminan bahwa hutan-hutan kecil tersebut bisa dipertahankan.”

“Tetapi, kita harus tetap optimis, bahwa di bagian terdalam Kalimantan, masih terdapat hutan yang bisa dipertahankan. Hutan-hutan tersebut mungkin adalah hutan yang terakhir. Dan hutan-hutan tersebut, seperti memanggil orangutan-orangutan, karena hutan butuh orangutan sebagai petugas yang meregenerasi calon pohon. Dan kita bisa kembalikan orangutan ke hutan!”

Sejumlah musisi seperti Marcell Siahaan, Ballads of the Cliche, L’alphalpha, Leonardo & His Impeccable Six, Raygava et. al., dan GraviTri telah siap tampil secara sukarela di Sound for Orangutan 2013.

Lupita melanjutkan, “Para musisi ini tampil demi penyelamatan orangutan dan kami sangat menghargai itu. Kami berharap para penikmat musik juga dapat merasakan sesuatu hal yang baru. Karena sembari menikmati lagu-lagu yang dibawakan oleh para musisi, para pengunjung juga bisa mendapatkan edukasi tentang orangutan yang akan diserukan di atas panggung. Selain itu, pengunjung bisa menyaksikan kondisi orangutan saat ini melalui foto dan video yang disajikan. Tentunya kondisi nyata yang menyedihkan di Kalimantan. Dan kami berharap pengunjung bisa menjadi agen-agen penyelamat orangutan.”

Konser ini sendiri selain sebagai penyadartahuan tentang orangutan juga merupakan acara penggalangan dana. Semua dana yang berhasil dikumpulkan di Sound for Orangutan, 100% akan digunakan untuk kepentingan orangutan dan habitatnya yang akan dikelola Centre for Orangutan Protection.

Acara ini didukung penuh oleh Orangufriends, Borneo Beerhouse, Rima Adams Online, SRM Management, Raskin Foundation, Suryomurcito & Co., Cosmo Girl, Trax Magazine, Mongabay Indonesia, Gigsplay, dan Acaraevent.com. Untuk bergabung dalam acara ini, para pengunjung dapat berdonasi sebesar IDR 80.000, yang keseluruhan hasilnya digunakan untuk pelestarian orangutan dan habitatnya di wilayah kerja Centre for Orangutan Protection yaitu, Kalimantan dan Jawa. Untuk info lebih lanjut kunjungi www.sound4orangutan.com atau follow Twitternya @sound4orangutan.

Untuk informasi wawancara lebih lanjut harap menghubungi: Arfiana Khairunnisa | Public Relation Sound for Orangutan | 081229559512 | info@sound4orangutan.com

Check Also

Prambanan Jazz 2018 kembali hadir untuk tahun ke-4

Prambanan Jazz 2018 Satu Lagi Event music berskala internasional akan hadir di Indonesia tepatnya di ...