Breaking News
Home » Event » Art & Culture » Teater Gadjah Mada Mempersembahkan Lepot dan Jumanis Tamasya ke-4 Kota

Teater Gadjah Mada Mempersembahkan Lepot dan Jumanis Tamasya ke-4 Kota

Lepot dan Jumanis
Lepot dan Jumanis

Pada kesempatan kali ini, Teater Gadjah Mada (TGM) kembali hadir dengan inovasi serta kejutan baru bagi pecinta teater di tanah air. Bekerja sama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation, TGM mempersembahkan rangkaian tur bertajuk “Lepot dan Jumanis Tamasya ke-4 Kota”.

Empat kota yang akan dikunjungi antara lain adalah Yogyakarta pada 4 April 2015 di gedung Societet Millitair, Taman Budaya Yogyakarta;  Purwokerto pada 1 Mei 2015 di Rumah Seni Kie Bae;  Bandung pada tanggal 12 Mei 2015 di Centre Culture of Ledeng (Celah-Celah Langit); dan Kudus pada tanggal 23 Mei 2015 di Auditorium Universitas Muria Kudus. Adapun pertunjukan ini melibatkan Shoim Mardiyah sebagai sutradara dan Gati Andoko sebagai manajer program.

Terinspirasi dari serpihan penelitian Dinas Kebudayaan Yogyakarta pada tahun 2005 silam, dimulailah sebuah proses panjang Citra Kurnia Solihat dalam penulisan naskah tentang Bapak Lepot Soeharjo dan Yu Jumanis yang sempat menjadi salah dua narasumber atas penelitian yang mengangkat fenomena Gejog Lesung di Puring, Kebumen. Naskah inilah yang kemudian kami wujudkan menjadi pementasan bertajuk Lepot dan Jumanis.

Lepot dan Jumanis sendiri berkisah tentang sepasang suami istri penjual gethuk yang tersohor di desa mereka. Keduanya memiliki pribadi, bentuk tubuh maupun jarak usia yang jauh berbeda. Namun di tengah perbedaan, dengan tulus mereka tetap mencintai satu sama lain. Sampai pada suatu waktu, kehidupan mereka yang sederhana dan biasa berubah saat ketela yang merupakan bahan utama dari  gethuk hilang dan tidak dapat ditemukan.

Sekilas memang hanya tampak sebuah kisah romansa sederhana diantara keduanya, namun sesungguhnya di dalamnya terselip berbagai isu sosial dan ekonomi yang tengah menjadi momok bagi masyarakat dewasa ini. Dikemas dengan sederhana melalui dialog yang ringan dan jenaka, namun tentunya tidak murahan. Diharapkan Lepot dan Jumanis dapat dinikmati oleh semua kalangan penikmat teater. Sebab, bukankah hal – hal besar dapat ditilik dari bingkai kesederhanaan?

Selain Lepot dan Jumanis, teater kampus yang telah aktif berkarya sejak tahun 1973 ini juga sudah pernah melahirkan beberapa karya, sebut saja Modin Karok yang pernah menjuarai Festivall Teater Mahasiswa Nasional II pada tahun 2003, dengan menyabet 6 dari 7 kategori penghargaan; Dolanan Anak yang juga memenangkan Festival Teater Mahasiswa Nasional V pada tahun 2011; Anak Kandhang, Wedhus, lan Woh Gedang (2013) yang menyabet juara  ketiga Monolog Bahasa Jawa tingkat nasional yang diadakan oleh Universitas Negeri Semarang, dan Blok yang meraih juara 2 dalam Pekan Seni Mahasiswa Daerah pada tahun 2014 di Yogyakarta.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini, silahkan menghubungi :
Kontak:0857 3617 1902 (Citra Kurnia) 0857 4370 7093 (Arifah)
Facebook : Teater Gadjah Mada
Twitter: @TGM_Yogyakarta (Teater Gadjah Mada)
Email:    teatergadjahmada@gmail.com

Check Also

poster workshop miles

Miles Film dan International Design School (IDS) Menggelar Seminar “Membuat Soundtrack Film Anak” sebagai Salah Satu Langkah Menyebarkan Lagu Anak Indonesia

 Jakarta, 30 April 2018 –International Design School (IDS) akan menggelar kegiatan seminar bertema “Membuat Soundtrack ...