Breaking News
Home » News & Articles » Rectoverso The Movie Review

Rectoverso The Movie Review

sebuah isyarat
sebuah isyarat

Isyaratku ku menerawang ke lautan bebas namun badan tenggelam terjun bebas. Mata ku terpaku akan sebuah keindahan, aku terdiam dan terpukau, mulut seperti beku, tangan dan kaki seperti di rantai. Aku beranikan untuk melangkah, sebelum aku menyesal selamanya. Aku memberikan senyum ku walau sesaat namun waktu sesaat ini dapat memberikan jawaban yang aku cari. Walau aku tetap berada di bagian belakang namun aku tahu bahwa aku telah melangkah ke depan.

curhat untuk sahabat
curhat untuk sahabat

Pernahkah kamu melihat bahwa apa yang kamu cari sebenarnya ada di depan mu, dengan seribu curhat sahabat mengalir tanpa arah namun ketika kamu bersenandung apakah kamu tahu bahwa suara mu itu menjawab hatimu?  Rasa senang, sakit, bingung, lelah, letih melihat kamu berjalan tanpa arah hingga ada saat nya kamu berhenti dan terjatuh dan pada saat itu lah kamu merasa bahwa kamu tahu apa yang kamu cari.

Firasat
Firasat

Kadang ku tertidur dengan lelap, di dalam kegelapan aku seperti terlena di sebuah dunia yang asing. Dunia yang ingin aku tinggalkan secepat kilat namun hati terpancang kuat di daratan bumi, rasa seperti hilang dan jiwa ku terbelenggu oleh satu batas. Aku seperti tenggelam di dalam air. Siapakah yang dapat mengerti dan melihat firasatku.

cicak di dinding
cicak di dinding

Menatap sebuah dinding putih besar aku melihat diriku bagai sebuah karya. Dinding putih ini perlu di sentuh warna warni untuk memberikan keindahan namun apakah keindahan ini dapat di nikmati oleh orang yang aku cintai. Kadang warna warni hanyalah sebuah pajangan yang enak di lihat tetapi tidak ingin di sentuh. Seekor cicak diam dan berjalan di dinding putih ini dengan setia menunggu nyamuk nyamuk untuk di makan namun untuk sebagian manusia cicak hanyalah sebuah gangguan. Dapatkan manusia melihat sebuah kesetiaan pada sebuah makhluk di dinding ?

Malaikat Juga Tahu
Malaikat Juga Tahu

Manusia mempunyai hati tapi apakah hati ini di mengerti oleh seorang yang ingin kamu sayangi. Kadang rupa saya di lihat hanya untuk di kasihani namun kadang mata manusia silau akan rupa yang lebih baik. Seorang ibu tahu apa yang terbaik untuk anaknya tetapi seorang anak kadang hanya ingin yang terbaik untuk dirinya tanpa menghiraukan bahwa sesuatu yang di anggap terbaik bukanlah yang terbaik. Kadang aku bertanya dimanakah malaikat penjagaku ?

Kata demi kata di atas mengalir deras di dalam hati ketika menonton Rectoverso the Movie, berdasarkan buku oleh Dewi S lestari yang di translate menjadi sebuah ruang visual oleh 5 sutradara wanita Indonesia Olga Lydia, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Happy Salma dan Marcella Zalianty. Dan juga, Marcella Zalianty tidak hanya menjadi seorang sutradara tetapi merangkap menjadi executive producer dalam rectoverso.

Cerita yang mengalir di dalam film ini bagai melihat 5 kehidupan manusia yang beragam warna dengan sisi emosi yang kuat dan juga rapuh. Cerita rectoverso mengalir dengan balutan alur yang enak untuk di nikmati dan juga penonton akan terbawa oleh totalitas dan emosi yang mengalir secara natural.

Untuk para penonton di Indonesia pastikan kalian melihat Rectoverso yang akan di tayangkan pada tanggal 14 febuary 2013 dan bagi para pencinta seni film Indonesia film ini menawarkan sesuatu yang Marcella Zalianty katakan ketika launching soundtrack film ini “sesuatu yang datang dari hati dan kejujuran untuk mengungkapkannya’.

(Bayu/JKT)

 

 

Check Also

motor show event

Otomotif show terbesar akan mengguncang Jakarta

Indonesia International Motor Show 2018 Para penggila otomotif di Tanah Air bersiap siap menghadiri Otomotif ...