Breaking News
Home » Event » Art & Culture » Pergelaran Wayang Wong Mahabandhana

Pergelaran Wayang Wong Mahabandhana

Pergelaran Wayang Wong Mahabandhana 2

Seni tradisi di tengah hegemoni budaya massa memerlukan idealisme berkesenian yang konstrukstif-prospektif. “Seni tradisi sudah seharusnya mencari posisi strategis atau reposisi kultural yang merepresentasikan dirinya sebagai modal budaya. Oleh karena itu, ekspresi artistik dalam seni tradisi harus direkonstruksi secara kreatif. Namun tidak hilang dari esensi luhurnya,” kata seniman yang juga pengusaha Eny Sulistyowati SPd, SE kepada sejumlah wartawan, di Jakarta, Senin (8/9).

Tatanan (konsep) inilah yang akan digunakan seniman tari ini ke dalam cakupan karyanya. Yaitu, sebuah pergelaran Wayang Wong (Wayang Orang), yang merepresentasikan karya adiluhung penuh simbol dan makna dalam kemegahan artistik dan tarian Jawa klasik, bertajuk “Mahabandhana.” Pentas megah ini akan digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jum’at 3 Oktober 2014 mendatang.

“Wayang Wong (Wayang Orang) Mahabandhana digarap secara kreatif. Dengan tetap mempertahankan keaslian wayang wong yang bersumber pada keaslian pertunjukan wayang wong istana Mangkunegaran. Namun kami kembangkan dalam kontek kekinian. Baik pada garap sanggit, koreografi, iringan musik, tata rias dan busana klasik,” tutur Eny Sulistyowati.

Pergelaran Wayang Wong Mahabandhana, terang Eny, melibatkan tak kurang dari 150 seniman tradisi dari Surakarta, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta. Didukung para bintang panggung dari Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Yogyakarta, diantaranya; Agus Prasetyo yang juga bertindak sebagai sutradara. Pementasan Mahabandhana, juga melibatkan para seniman dari grup Wayang Wong Sriwedari dari Surakarta. Sebuah grup kesenian tradisionil legendaris yang sudah ada sejak tahun 1910.

Master musik dunia, Dedek Wahyudi, komposer yang sudah melalang-buana ke berbagai negara dengan karyanya, juga turut mendukung pergelaran ini. Dedek Wahyudi adalah musisi yang memiliki catatan rekor dunia dalam Pemecahan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) membunyikan gamelan ‘Corobalen’ 36 jam nonstop, yang pernah digelar di Jakarta tahun 2011.

Eny Sulistyowati berharap pergelaran Wayang Wong Mahabandhana, dapat memberikan kontribusi bagi pelestarian seni budaya adi luhung bangsa Indonesia. Memberi pencerahan hidup melalui seni budaya. Mengajak generasi muda sebagai penerus bangsa supaya mencintai kekayaan budaya negeri sendiri. “Dan tentunya dapat membangun kreativitas dan memberikan wadah bagi seniman untuk senantiasa berkarya. Mengembalikan kaidah pertunjukan wayang orang tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tatanan, dan tuntunan,” kata produser yang juga bertindak sebagai aktris dalam pementasan ini.

Latar Cerita

“Mahabandhana satu kekuatan dikiaskan sebagai “Tali Besar” yang dianyam oleh seorang Suman guna meraih kekuasaan pada sebuah negara besar bernama Hastina. Kecerdasan akal yang berbalut manisnya strategi dan lincahnya tutur kata, membuat Pandu sebagai seorang penguasa, Kunthi yang berhati mulia, Gendara saudara kandungnya, Destarastra, serta Tremboko pun, tak pelak masuk dalam jeratan pencapaian ambisinya. Dengan lembut dan jitu ditebarkannya kekacauan, saling sikat, saling sikut diantara penguasa dalam negara dan diantara negara. Sebuah cara mewujudkan rencananya. Hingga kisah cintapun menjadi bagian sulaman dalam benaknya. Tali-tali kecil yang tersimpul dalam Mahabandhana, telah mengantar Suman menjadi seorang pengendali tahta dalam Hastinapur. Seorang Gandamana yang jujur dan setia, Yamawidura yang bijaksana ,harus tersingkirkan dari sisi Pandu. Di titik dia hancur oleh jeratan tali yang dia buat sendiri tidak seketika menghanguskan api kelicikannya. Bahkan serta merta mengobarkan dirinya sebagai Sengkuni yang merajalela. Melingkupi dunia, dan tak terhentikan sepanjang masa.”/***

Pergelaran Wayang Wong Mahabandhana merupakan produksi kedua Tri Ardhika Production. Lembaga manajemen seni di bawah payung Tri Ardhika ini sebelumnya sukses mementaskan opera sejarah bertajuk ”Ken Dedes Wanita di Balik Tahta” tahun 2013 lalu. Pergelaran Wayang Wong Mahabandhana didukung lembaga terkait, antara lain, WO (Wayang Orang) Sriwedari Surakarta, Senawangi (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia), Pepadi ((Persatuan Pedalangan Indonesia), Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) dan Pemerintah Kota Surakarta, serta didukung Istana Mangkunegaran Surakarta.

Pergelaran Wayang Wong Mahabandhana

Hari / Tanggal : Jumat / 3 Oktober 2014

Jam Pementasan : 20.00 WIB

Tempat : Gedung Kesenian Jakarta, Jl. Gedung Kesenian No.1 Jakarta Pusat

Harga Tiket :

VIP : Rp. 350.000

Kelas 1 : RP. 250.000

Balkon : Rp. 150.000

Pemesanan tiket dapat mengubungi Tri Ardhika Production melalui telpon dan faksimili di 021 –79196908-79196909 /Fax 021-79190826

Check Also

poster workshop miles

Miles Film dan International Design School (IDS) Menggelar Seminar “Membuat Soundtrack Film Anak” sebagai Salah Satu Langkah Menyebarkan Lagu Anak Indonesia

 Jakarta, 30 April 2018 –International Design School (IDS) akan menggelar kegiatan seminar bertema “Membuat Soundtrack ...