Breaking News
Home » Travel » Kota Muntok, Destinasi Wisata Sejarah di Pulau Bangka

Kota Muntok, Destinasi Wisata Sejarah di Pulau Bangka

Mercusuar Muntok, Pulau Bangka
Mercusuar Muntok, Pulau Bangka

Kota Muntok adalah ibu kota Kabupaten Bangka Barat dan secara administratif berada di sebelah Barat Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kota Muntok berjarak sekitar 140 km dari Pangkal pinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kota ini dapat ditempuh sekitar 3 jam perjalanan. Pangkal pinang – Muntok dapat ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan bus umum atau travel khusus dan bisa juga menyewa mobil sebagai alat transportasi alternatif.

Tugu Pesanggrahan Muntok
Tugu Pesanggrahan Muntok

Berwisata sejarah Ke Kota Muntok dijamin tidak akan membosankan. Banyak terdapat bangunan tua peninggalan sejarah yang dapat dikunjungi dengan gaya arsitekturnya yang unik. Sejarah yang bisa dipelajari di kota ini melalui gedung-gedung yang terdapat di sana juga menjadi keunikan lain yang dimiliki Kota Muntok. Di kota Muntok terdapat Pesanggrahan Menumbing dan Wisma Ranggam yang merupakan dua gedung tua yang terkenal dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Kedua bangunan tersebut pernah menjadi tempat pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta saat dibuang Belanda tahun 1948-1949.

Wisma Ranggam tempat pengasingan Bung Karno
Wisma Ranggam tempat pengasingan Bung Karno

Dahulu Muntok yang disebut juga Mentok adalah sebuah kota pelabuhan yang penting. Kota Muntok dan sekitarnya ini menjadi komoditas unggul berupa lada putih serta biji timah yang ditambang besar-besaran dan diangkut oleh kapal-kapal Pemerintah Hindia Belanda menuju Eropa. Mengingat pentingnya peran kota Muntok di masa kolonial, tak heran banyak ditemukan bangunan tua sebagai saksi peninggalan Hindia Belanda yang masih kokoh berdiri. Selain bangunan bernuansa kolonial, di kota tua ini juga terdapat bangunan kuno bernuansa China dan Melayu. Berdasarkan sisa peninggalan bangunan sejarahnya, Muntok secara umum dibagi menjadi 3 kawasan, yaitu: Kampung Melayu, Eropa, dan China.

Kampung Melayu dibagi dalam 3 sub cluster, yaitu Kampung Tanjung (di sebelah Barat), Kampung Teluk Rubia (Timur) dan Kampung Ulu (Utara). Pemukiman tertua dapat dilihat di Kampung Tanjung di mana masih terdapat rumah panggung khas suku Melayu. Selain itu, bangunan tua lainnya yang ada di kawasan ini adalah Masjid Jamik, Benteng Kute Seribu, Kompleks Makam Bangsawan Melayu, dan Surau Tanjung.

Kampung Eropa berada di pusat kota dan sebelah utara dari cluster Melayu. Disebut sebagai kampung Eropa sebab dulunya di daerah ini berdiri perusahaan timah yang dibangun oleh Belanda, yaitu Banka Tin Winning Bedrif. Seiring berjalannya perusahaan tersebut, tentunya banyak didirikan bangunan-bangunan bergaya Eropa (Belanda) sebagai bangunan pendukung maupun bangunan Kuning, Rumah Mayor China, Pasar Lama, kelenteng, rumah kapitan, eks Bioskop Samudera, eks pabrik limun, eks Sekolah Dasar China/Chung Hua School, dan eks Hotel Sentrum.

Mobil yang digunakan Bung Karno ketika di pengasingan di Kota Muntok
Mobil yang digunakan Bung Karno ketika di pengasingan di Kota Muntok

Check Also

festival kopi aceh

Festival Kopi dan Mie di Banda Aceh 2018

  Festival Kopi dan Mie Di Banda Aceh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Tahun ini ...