Breaking News
Home » Event » Ekspedisi Saptanusa STAPALA: Pemecahan Rekor Seven Summit di Indonesia

Ekspedisi Saptanusa STAPALA: Pemecahan Rekor Seven Summit di Indonesia

Ekspedisi Saptanusa STAPALA
Ekspedisi Saptanusa STAPALA

Untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-70, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang terkumpul dalam kelompok pecinta alam STAPALA akan menyelenggarakan “Ekspedisi Saptanusa STAPALA”, sebagai kontribusi nyata bagi bangsa.

Ekspedisi Saptanusa STAPALA akan berlangsung pada 25 Agustus-28 September 2015 di tujuh puncak tertinggi di tujuh kepulauan besar Nusantara (seven summit Indonesia). Upaya pemecahan rekor tersebut akan meliput: “Pendaki Tercepat”, “Pendaki Perempuan Pertama”, “Pendaki Berkelompok” dan “Pendaki Termuda. STAPALA sendiri merupakan Kelompok Pencinta Alam di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). STAPALA didirikan pada 24 November 1979 dan saat ini anggotanya berjumlah 1.124.

Prestasi olahraga mendaki gunung kini disejajarkan dengan olahraga lainnya. Dick Bass yang memprakarsai pendakian seven summit dunia telah memberi inspirasi kepada pendaki di seluruh dunia untuk menciptakan rekor-rekor baru pendakian gunung.

Indonesia memiliki seven summit yang mencakup puncak tertinggi dari masing-masing pulau besar: Gunung Kerinci di Pulau Sumatra (3805 m dpl), Gunung Semeru di Pulau Jawa (3.676 m dpl), Gunung Rinjani di Kep. Nusa Tenggara (3.726 m dpl), Bukit Raya di Pulau Kalimantan (2.278 m dpl), Gunung Latimojong/Puncak Rante Mario di Pulau Sulawesi (3.478 m dpl), Gunung Binaya di Kep, Maluku (3.027 m dpl) dan Puncak Cartenz di Papua (4.884 m dpl).

Rentang waktu tercepat yang dicatat dalam pendakian seven summit Indonesia adalah satu tahun atas nama Dody Sanjaya (42 tahun). Sampai saat ini belum ada pendaki perempuan dan pendaki berkelompok yang berhasil menaklukkan seven summit Indonesia.

Untuk memecahkan rekor-rekor tersebut, ekspedisi ini didahului oleh periodisasi, yaitu program perencanaan latihan dan pembinaan atlet agar bisa mencapai ketujuh puncak dalam waktu yang telah ditetapkan. Program ini meliputi latihan fisik yang diselenggarakan pada 16 Maret-18 Oktober 2015 serta latihan teknis mencakup pembekalan medis, pertahanan hidup, manajemen, teknik pendakian dan SAR.

Berikut ini rute ekspedisi dan estimasi waktu yang telah ditetapkan.

Jakarta-Papua (1 hari)-pendakian Puncak Cartenz (8 hari)-Gunung Latimojong (5 hari)-Gunung Binaiya (5 hari)-Gunung Rinjani (4 hari)-Gunung Semeru (4 hari)-Bukit Raya (4 hari)-Gunung Kerinci dan kembali ke Jakarta (3 hari). Total estimasi waktu adalah 34 hari.

Dengan mencapai tujuh titik tertinggi tersebut, STAPALA berharap dapat memperkenalkan potensi alam Indonesia kepada seluruh masyarakat Indonesia maupun dunia. Keindahan alam Indonesia menjadi daya tarik tersendiri untuk digali dan disebarkan kepada dunia sehingga bisa menarik lebih banyak wisatawan yang datang ke Indonesia.

Check Also

poster workshop miles

Miles Film dan International Design School (IDS) Menggelar Seminar “Membuat Soundtrack Film Anak” sebagai Salah Satu Langkah Menyebarkan Lagu Anak Indonesia

 Jakarta, 30 April 2018 –International Design School (IDS) akan menggelar kegiatan seminar bertema “Membuat Soundtrack ...