Breaking News
Home » Travel » Banyuwangi dengan Sejuta Pesonanya

Banyuwangi dengan Sejuta Pesonanya

Banyuwangi dengan Sejuta Pesonanya
Banyuwangi dengan Sejuta Pesonanya

Banyuwangi bukan lagi menjadi tempat singgah di antara eksotisme wisata di Bali dan wisata kebudayaan di Yogyakarta. Banyuwangi memiliki apa pun yang dibutuhkan para petualang yang menggilai kemegahan alam Nusantara. Dari Banyuwangilah Matahari bangkit di Timur Pulau Jawa yang menyibak begitu banyak keindahan dan kealamian nan memukau. Banyuwangi juga menjadi rumah bagi suku Osing, sub-suku Jawa dengan bahasa Jawa tertua dan telah melahirkan ragam seni dan budaya yang begitu memikat.

Banyak aneka jenis petualangan di alam besar dapat dicicipi di Banyuwangi. Mulai dari keajaiban api biru dan penambang belerang tradisional di Kawah Ijen. Jika ingin melihatnya datanglah sekitar pukul 01.00 untuk mendaki ke puncak Ijen dan dapatkan pengalaman menyaksikan api biru belerang cair yang keluar dari kawahnya. Lihat juga bagaimana para penambang belerang tradisional bertaruh nyawa mengangkut bongkahan belerang naik – turun kawah tersebut.

Selanjutnya, ada Taman Nasional Baluran yang luar biasa, sempatkan untuk menjelajahi Savanah layaknya di Afrika. Di sini terdapat beragam hewan liar seperti banteng jawa, merak, monyet, rusa, bahkan hingga macan tutul. Pantai Bama yang terdapat di sini menjadi tempat snorkling idaman atau bisa juga menjelajah hutan manggrove-nya yang lebat.

Ada juga Taman Nasional Alas Purwo atau Taman Nasional Meru Betiri, di sini silakan berpetualang ke alam liar nan alami dengan banyak pilihan aktivitas. Mulai menyaksikan hewan liar di Sadengan, melepas penyu di Pantai Sukamade, atau berselancar di G-Land yang mendunia itu. Pantai Pulau Merah juga patut dikunjungi dengan pesisirnya yang mirip Pantai Kuta Bali dengan gelombang ombak yang patut dijajal peminat selancar. Tempat ini pun rutin menggelar lomba surfing internasional.

Jika berminat wisata agro silakan datang ke perkebunan Bayu Lor yang merupakan perkebunan kopi. Wisata Kalibendo dan Agro wisata Kali Klatak sebagai penghasil karet, kopi, dan cengkeh. Banyuwangi pun menyediakan wisata religi dan sejarah dengan adanya Maqom Waliullah Datuh Abdurahim biin Abubakar bin Bauzir yang ramai oleh peziarah setiap malam Jumat. Ada juga Pura Agung Blambangan di Muncar yang sering dikunjungi umat Hindu dari Jawa maupun Bali. Klenteng Hoo Tong Bio di Karangrejo pun menarik disambangi di mana telah berdiri sejak 1768. Museum Blambangan menyediakan beragam koleksi benda sejarah dan untuk merangkai pemahaman masa lalu yang menggugah tentang Banyuwangi.

Beraneka kegiatan ekonomi seperti kerajinan batik di Virdes, kerajinan bambu di Desa Gintangan, kerajinan tenun di Desa Kemiran, pandai besi komando di Singotrunan, kerajinan kayu di Masnus, kerajinan serat pisang di Desa Kemiren, atau kerajinan boneka gandrung di Tukang Kayu juga lengkap ada di Banyuwangi.

Banyuwangi secara harfiah bermakna air yang harum, banyu artinya air dan wangi artinya harum. Kabupaten Banyuwangi memiliki luas sekitar 5.800 km2 dengan bentangan alam yang begitu sempurna. Mulai dari pesisir pantai yang indah dan terdapat Gunung Raung (3.282 m) dan Gunung Merapi (2.800 m) dengan pegunungannya yang megah. Kabupaten Banyuwngi berada persis di ujung paing timur Pulau Jawa, berbatasan langung dengan Kabupaten Situbondo di utara, selat Bali di Timur, Samudera Hindia di selatan, dan Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso di barat.

Kota Banyuwangi berjarak sekira 239 km sebelah timur Surabaya. Ketapang menjadi pelabuhan yang menghubungkan Pulau Jawa di Banyuwangi dengan pelabuhan Gilimanuk di Bali. Bandar Udara Blimbingsari di Kecamatan Rogojampi dari hari ke hari terus ramai melayani penerbangan dari berbagai kota besar termasuk salah satunya dari Denpasar di Bali.

Check Also

festival kopi aceh

Festival Kopi dan Mie di Banda Aceh 2018

  Festival Kopi dan Mie Di Banda Aceh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Tahun ini ...